Rabu, 17 Februari 2016

Matahari dalam selimut

Biasanya pagi begitu ber-embun, namun hari ini semua cerah. Dia datang dengan langkah yg begitu pasti, dengan mata sayu dibalik kaca mata yg tak ada warnanya. Sebenarnya, kebetulan itu sudah direncanakan dan kala itu aku berjalan menengok diberbagai arah, lalu Dia tersenyum begitu hangat.
tanpa disadari Mata sayumu menyipit saat kau mengucapkan siapa namamu.
Tanganku gemetar menjabat tanganmu adalah hal yg waktu itu ku mimpikan.

"Hai, hari ini akan turun hujan"
"Sepertinya, matahari ingin beristirahat"
"Kalau matahari telah tertutup selimut, apakah kamu akan mencarinya?"
"Sepertinya kali ini, matahari akan pergi ke pesta bersama sang putri"

Kita selalu didalam satu situasi yang membuat semuanya bisu.
Seolah-olah tidak ada hal yg menarik yg bisa ditertawakan.
Aku selalu menggambarkan sesuatu hal yg semu dengan warna Abu-abu..
Disaat matahari bersinar begitu terik...
Apakah kamu masih mau ku beri warna abu-abu ?
Apakah kamu akan selalu menjadi abu-abu ku ?
Jika besok warna terang sudah engkau dpatkan, tolong beritau aku..
Karena aku tidak mau terus terusan melihat matahari di dalam selimut.

kemarinlusa.