aku pernah merasa sendiri, merasa tak dihargai, merasa disepelekan. tapi ya begitulah hidup. keras.
entah apa yang ada dipikiran mereka, dipikiran ku. ah pasti semua beda, ya pasti. pasti.
aku bingung, salahku apa kenapa mereka menjauh ? kenapa mereka seolah tidak mengenalku ? kenapa mereka seolah sangat membenciku.
aku mulai bersahabat dengan orang itu, memang asik, menarik, tapi lama-kelamaan aku jenuh bahkan sangat jenuh, entah kenapa ? aku pun tidak tau ? lalu aku memikirkan persahabatan ku dengan orang itu. baru ku sadari dia selalu mengomentari seseorang, selalu berceloteh tidak penting, dan selalu berbicara kejelekan orang, pada saat dia bercerita banyak tentang teman dekatnya (baca : pacar), aku biasa saja, mendengarkannya, memberi saran tanpa meninggalkannya begitu saja. suatu ketika dia mengajak ku jalan dengan dia bersama teman dekatnya dan temanku yang satu lagi bersama teman dekatnya, memang aku tidak mempunyai teman dekat (baca : single ), entah kenapa aku sakit hati. bahkan sangat sakit hati, lalu aku berkata "kalian, pergi aja aku gak ikut" dia menjawab "kenapa ?" entah kenapa pada saat itu aku merasa sangat tidak dihargai, merasa di sepelekan, entah kenapa ? aku tidak iri, tapi bukankah sahabat itu mengerti keadaan sahabatnya ? tapi kenapa kali ini tidak ? kenapa ego mengalahkan semuanya ? aku merasa hanya aku yang ngalah, dengan segala komentar yang keluar dari mulutnya. dan juga aku tidak pernah bilang " kamu udah pernah ngomong itu" ketika kamu bercerita berulang-ulang tentang hal yang sama, tapi kalau aku yang bercerita ?... halaaah ? belum selesai aku bercerita udah "iya, udah pernah kamu ceritain". lama-lama aku bosan dengan seperti itu. dan bodohnya aku pernah merasa kehilanagan sahabat sepertimu ? bodohkan ?. tapi ingat aku tidak pernah menyesal telah bersahabat denganmu. lama-kelamaan kamu menghindar, entah kenapa ? seolah teman sekelaspun menghindariku, aku tidak berfikir karena kamu berceloteh sana-sini. dan aku hanya diam. aku berfikir, sekalipun aku tidak berteman denganmu aku masih punya teman. ya pada saat itu aku berfikir demikian. tapi memang benar, Allah SWT memberi jalan terbaik untuk kita semua. dan pada saat itu kamu mendapat masalah dan kamu minta maaf ke aku, kamu mengaku kalau kamu yang menjauh. ya aku berfikir ya sudahlaaah.
dan aku berfikir ini bukan sahabat yang sebenarnya, ini hanya lah teman bukan sahabat, entahlah pemikiranku ini benar atau salah! ya karena keegoisan itu juga terkadang "sahabat itu bohong" hahahahah
dan semuanya tidak berakhir dengan indah begitu saja, seperti kertas ? taulah kertas, namanya juga kertas kalau udah diremas mau disetrikapun juga gak akan halus seperti semula :) semua itu butuh proses tidak ada yang instan, biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir.. apa adanya :)
jika kamu merasa sempurna, merasa benar bahkan paling benar tidak masalah namun jangan menuntut orang lain sempurna sepertimu.