Kamis, 08 Juni 2017

Tinggal dan meninggalkan

Entah seberapa lama aku berdiri
seberapa lama juga aku kamenanti
seberapa lama juga  akan bertahan
besok dan lusa itu pasti berbeda
jika hari ini aku berlari
apa akan pasti kamu akan kembali?
tunggu lah...
ini memang tentang tinggal atau meninggalkan
aku memilih tinggal bukan berarti mau ditinggalkan
aku berlari meninggalkan
bukan berarti aku tidak mau tinggal
ini tentang sebuah pertanyaan
kenapa selalu aku yang harus tinggal?
kenapa juga selalu aku yang harus ditinggalkan?
apakah aku tidak bisa menjadi alasanmu untuk tinggal ?

Minggu, 15 Mei 2016

Dari sudut pandang

Sebenarnya ini hanya sedikit cerita, tentang menghargai, dihargai, dan  bersyukur.
 
dibangku kuliah ini saya mempelajari tentang itu, bahkan awalnya saya sedikit susah membedakan mana teman dan pertemanan. begitu abstrak bagi saya untuk mengenali itu, dari setiap individu-individu yang berbeda karakter saya belajar menghargai awalnya dengan tujuan agar saya juga diterima istilahnya ya jika kamu mau dihargai ya kamu harus menghargai.  proses itu sudah saya lewati di semester-semester awal, semester awal memang tempat dimana kita untuk beradaptasi dengan lingkungan yang benar-benar baru, apalagi untuk anak rantau yang jelas lepas dari orang tua.

kalau di semester 4 ini permasalahannya sudah lumayan lebih berat menurut kacamata saya, bukan lagi tentang masalah susahnya adaptasi ataupun pertemanan dan yang lainnya, namun di semester ini lebih ke Nilai yak nilai matakuliah, nilai kuis dan IPK. permasalahan yang berat, saya sendiripun kerap menangis jika tiba-tiba nilai muncul tidak sesuai yang saya harapkan dan ya bisa dibilang saya sudah berusaha entah itu maksimal atau tidak. dalam kasus ini beberapa berusaha mendapatkam nilai yang baik supaya bisa di "pandang". saya dulu adalah pribadi yang terlalu menuntut, banyak yang saya mau dalam hal ini "nilai" tapi ketika saya jatuh seakan-akan semuanya berakhir, padahal perjalanan semster masih panjang.

dari semster 4 ini sejujurnya saya lebih belajar bersyukur dan belajar puas. contohnya : saya ujian, saya sudah belajar tapi nilai yang muncul jauh dari bayangan terjadilah saya ikut proses remidial. yaudah jalani. dari proses remidial itu saya belajar lagi, saya lebih ngerti, pointnya saya remedial berarti saya kurang ngerti. simple dan anggepannya kuliah kita cari ilmu, semua bakal beriringan kok kalau ilmunya dapet, materinya paham, IPK bakalan ngikut juga. ibu saya selalu bilang " lakukan yang terbaik hasilnya serahkan pada Allah"

mari berjuang, berusaha dan jangan lupa berdoa :)

Rabu, 17 Februari 2016

Matahari dalam selimut

Biasanya pagi begitu ber-embun, namun hari ini semua cerah. Dia datang dengan langkah yg begitu pasti, dengan mata sayu dibalik kaca mata yg tak ada warnanya. Sebenarnya, kebetulan itu sudah direncanakan dan kala itu aku berjalan menengok diberbagai arah, lalu Dia tersenyum begitu hangat.
tanpa disadari Mata sayumu menyipit saat kau mengucapkan siapa namamu.
Tanganku gemetar menjabat tanganmu adalah hal yg waktu itu ku mimpikan.

"Hai, hari ini akan turun hujan"
"Sepertinya, matahari ingin beristirahat"
"Kalau matahari telah tertutup selimut, apakah kamu akan mencarinya?"
"Sepertinya kali ini, matahari akan pergi ke pesta bersama sang putri"

Kita selalu didalam satu situasi yang membuat semuanya bisu.
Seolah-olah tidak ada hal yg menarik yg bisa ditertawakan.
Aku selalu menggambarkan sesuatu hal yg semu dengan warna Abu-abu..
Disaat matahari bersinar begitu terik...
Apakah kamu masih mau ku beri warna abu-abu ?
Apakah kamu akan selalu menjadi abu-abu ku ?
Jika besok warna terang sudah engkau dpatkan, tolong beritau aku..
Karena aku tidak mau terus terusan melihat matahari di dalam selimut.

kemarinlusa.

Sabtu, 31 Oktober 2015

Lari atau berhenti

sebenarnya aku tidak pernaah mengerti bagaimana Cinta,sayang dan suka dalam arti sesungguhnya. kini aku bukan lagi anak-anak yang diberi permen langsung nurut. aku terkadang bertengkar dengan pikiraanku sendiri, mencari-cari apa arti ini semua.

dalam hitungan hari semua bisa berubah secepat itu, dari yang dengan lepas tertawa tiba-tiba diam dan berdiri dalam satu titik. aku bingung jika harus berfikir sendiri tentang ini.

suatu waktu, aku mecoba untuk memastikan.. yaa memastikan bahwa apa yang difikiranku itu benar. hanya saja aku tidak menemukan kebenaran itu. aku sudah berlari, berlari namun belum jauh. sekarang aku sedang terus mencari hingga.. waktu yang menuntunku untuk berjalan saja,

sampai sekarang, aku belumm menemukan titik itu, titik apa yang membuat waktu diam dan berdiri. aku menunggu isyarat untuk melanjutkan jalanku dengan cepat, namun sepertinya sampai saat itu aku di isyaratkan untuk berjalan.

aku tau, waktu terus berputar dan aku akan mengikuti putarannya, aku tidak bisa berjalan mundur karena pilihanku hanya ada pada lari atau berhenti. tapi mengapa waktu mengisyaratkanku untuk berjalan saja.

karena waktu terus berputar,aku sudah tidak bisa bertengkar lagi dengan pikiranku sendiri. memberontak dengan pikiran-pikiran serta membayangkan hal-hal yang belum tentu terjadi, banyak hal yang dapat mewarai pikiranku tanpa ada pemberontakan.

aku merindukan itu....
kesesuaian pikiran tanpa ada satu gores tinta yang haru memberontak
karena berlari tanpa tujuan itu melelahkan..
karena berlari tanpa tau dimana garis finish itu sia-sia..
waktu telah menunjukkan bahwa aku diharuskan untuk berhentii....

with love
Kemarinlusa

Selasa, 07 Mei 2013

-_-

aku pernah merasa sendiri, merasa tak dihargai, merasa disepelekan. tapi ya begitulah hidup. keras.
entah apa yang ada dipikiran mereka, dipikiran ku. ah pasti semua beda, ya pasti. pasti.
aku bingung, salahku apa kenapa mereka menjauh ? kenapa mereka seolah tidak mengenalku ? kenapa mereka seolah sangat membenciku.

aku mulai bersahabat dengan orang itu, memang asik, menarik, tapi lama-kelamaan aku jenuh bahkan sangat jenuh, entah kenapa ? aku pun tidak tau ? lalu aku memikirkan persahabatan ku dengan orang itu. baru ku sadari dia selalu mengomentari seseorang, selalu berceloteh tidak penting, dan selalu berbicara kejelekan orang, pada saat dia bercerita banyak tentang teman dekatnya (baca : pacar), aku biasa saja, mendengarkannya, memberi saran tanpa meninggalkannya begitu saja. suatu ketika dia mengajak ku jalan dengan dia bersama teman dekatnya dan temanku yang satu lagi bersama teman dekatnya, memang aku tidak mempunyai teman dekat (baca : single ), entah kenapa aku sakit hati. bahkan sangat sakit hati, lalu aku berkata "kalian, pergi aja aku gak ikut" dia menjawab "kenapa ?" entah kenapa pada saat itu aku merasa sangat tidak dihargai, merasa di sepelekan, entah kenapa ? aku tidak iri, tapi bukankah sahabat itu mengerti keadaan sahabatnya ? tapi kenapa kali ini tidak ? kenapa ego mengalahkan semuanya ? aku merasa hanya aku yang ngalah, dengan segala komentar yang keluar dari mulutnya. dan juga aku tidak pernah bilang " kamu udah pernah ngomong itu" ketika kamu bercerita berulang-ulang tentang hal yang sama, tapi kalau aku yang bercerita ?... halaaah ? belum selesai aku bercerita udah "iya, udah pernah kamu ceritain". lama-lama aku bosan dengan seperti itu. dan bodohnya aku pernah merasa kehilanagan sahabat sepertimu ? bodohkan ?. tapi ingat aku tidak pernah menyesal telah bersahabat denganmu. lama-kelamaan kamu menghindar, entah kenapa ? seolah teman sekelaspun menghindariku, aku tidak berfikir karena kamu berceloteh sana-sini. dan aku hanya diam. aku berfikir, sekalipun aku tidak berteman denganmu aku masih punya teman. ya pada saat itu aku berfikir demikian. tapi memang benar, Allah SWT memberi jalan terbaik untuk kita semua. dan pada saat itu kamu mendapat masalah dan kamu minta maaf ke aku, kamu mengaku kalau kamu yang menjauh. ya aku berfikir ya sudahlaaah.
dan aku berfikir ini bukan sahabat yang sebenarnya, ini hanya lah teman bukan sahabat, entahlah pemikiranku ini benar atau salah! ya karena keegoisan itu juga terkadang "sahabat itu bohong" hahahahah

dan semuanya tidak berakhir dengan indah begitu saja, seperti kertas ? taulah kertas, namanya juga kertas kalau udah diremas mau disetrikapun juga gak akan halus seperti semula :) semua itu butuh proses tidak ada yang instan, biarkan semua mengalir seperti air yang mengalir.. apa adanya :)

jika kamu merasa sempurna, merasa benar bahkan paling benar tidak masalah namun jangan menuntut orang lain  sempurna sepertimu.